DELEGASI KEGIATAN KOORDINATOR ISU “OPTIMALISASI PENGGUNAAN BATERAI LITHIUM DIBANDINGKAN BAHAN BAKAR MINYAK UNTUK MASA DEPAN”

Print

Energi merupakan kebutuhan pokok dunia. Salah satu sumber energi yang banyak dipergunakan saat ini adalah bahan bakar yang berasal dari minyak bumi dan turunannya .Minyak bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbarui serta penggunaannya dapat menimbulkan pencemaran lingkungan yang berpengaruh terhadap perubahan iklim global. Melihat kondisi ini, maka Badan Koordinasi Kegiatan Mahasiswa Teknik Kimia Indonesia atau BKKMTKI melalui salah satu program kerjanya mengadakan kegiatan yang bernama Koordinator ISU dengan tema “Optimalisasi penggunaan baterai Lithium dibandingkan bahan bakar minyak untuk masa depan”. Koordinator ISU merupakan kegiatan yang membahas tentang isu – isu yang berkembang dimasyarakat terutama Isu tentang energi terbarukan.

Keikutsertaan Jurusan Teknik Kimia Unwahas dalam kegiatan ini sebagai wujud peran aktif anggota BKKMTKI. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendiskusikan pengetahuan baru tentang energi terbarukan yang sedang berkembang dan juga mempererat jalinan kerjasama serta komunikasi antar anggota BKKMTKI. Seperti yang dijelaskan oleh Ketua Jurusan Teknik Kimia Unwahas Indah Riwayati, MT, “Mahasiswa memang kita dorong untuk aktif dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh BKKMTKI dengan maksud agar lebih membuka wawasan dan pengetahuan mahasiswa. Selain itu kegiatan seperti ini juga diharapkan dapat mempererat komunikasi antar anggota BKKMTKI dari berbagai Universitas, sehingga selain dapat menambah pengetahuan juga dapat meningkatkan ketrampilan berorganisasi”, kata Indah. Adapun tempat pelaksanaan kegiatan berada di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) pada tanggal 21 September 2019. Delegasi yang dikirimkan untuk mengikuti kegiatan tersebut antara lain Muhammad Guntur Wahyu, Eva Rahmawati, Bayu Prasetyo Aji dan Nabila Ladydainty Firanda.

Pada kegiatan kali ini membahas tentang penggunaan baterai sebagai sumber energi terbarukan. Baterai akan berfungsi sebagai penyimpan energi listrik yang akan digunakan secara massal untuk kendaraan bermotor yang berbasis tenaga listrik. Selain berdiskusi tentang potensi penggunaan bateri, dibahas juga mengenai dampak positif dan negatif penggunaan baterai serta cara pengolahan limbahnya. Pada diskusi tersebut didiskusikan mengenai dua jenis baterai Lithium yaitu Baterai Lithium dan Baterai Lithium-Ion. Jenis yang terakhir merupakan jenis baterai yang banyak dikembangkan pada saat ini. Nama lain dari baterai Lithium-Ion adalah Li-ion. Kelebihan dari baterai Li-ion adalah dapat di isi ulang dengan cepat dan ruang penyimpanan yang lebih banyak. Pengembangan baterai Li-ion ini dilakukan sebagai sumber daya pada mobil listrik dan hibrida (kombinasi motor bakar dan listrik). Selain digunakan sebagai sumber daya mobil listrik dan hibrida, baterai Li-ion sekarang ini sudah digunakan sebagai baterai untuk perlengkapan elektronik seperti laptop, iPod, MP3 player dan Handphone (HP).