Senin malam (2/6) di halaman gedung Fakultas Teknik, Unwahas mengadakan kegiatan pembacaan sejarah Nabi Muhammad SAW. Acara yang lebih dikenal dengan istilah diba’an ini dikemas dalam bentuk Majlis Diba’iyah bersama para kyai, guru besar, sesepuh dan tokoh masyarakat. Acara yang dibuka oleh Rektor Unwahas Dr. H. Noor Achmad ini dihadiri oleh Rektor IAIN Walisongo Prof. Dr. H. Muhibbin, Rektor Unisnu Jepara Prof. Dr. Muhtarom, serta Ketua Umum MUI Jawa Tengah Dr. KH. Ahmad Darodji.
Dalam sambutannya, Rektor Unwahas mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya Unwahas untuk meneruskan tradisi diba’an yang diajarkan oleh para ulama Nahdlatul Ulama dengan ajaran Ahlussunah Waljamaah. Sebelum acara pembacaan diba’ dimulai, sambutan Asisten Kesra Pemprov. Jateng mewakili Gubernur Jawa Tengah disampaikan oleh Joko Sutrisno. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum MUI Jawa Tengah Dr. KH. Ahmad Darodji menggarisbawahi tentang ajaran NU yang membawa kedamaian dan kerukunan. Acara pembacaan diba’ diawali oleh Dr. KH. Arja Imroni (Sekretaris PWNU Jawa Tengah) dan diteruskan oleh para kyai dan guru besar lainnya serta diikuti oleh jamaah yang hadir. Sementara itu dalam tausiyah, KH. Drs. Hadlor Ihsan menekankan tentang larangan dalam menafsirkan Al Quran dengan sekehendak hati tanpa kajian ilmu yang mendalam. Rangkaian acara ditutup dengan doa KH. Hanif Muslih, Lc. Acara selama 2 jam ini diikuti oleh seluruh santri Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim, dosen dan pegawai Unwahas serta masyarakat sekitar kampus. Hadir juga dalam kegiatan itu, mantan Gubernur Jawa Tengah Drs. H. Ali Mufiz MPA, Pengasuh Majelis Khidmah Al Asma’ Al Husna Drs. KH. Amdjad Alhafid M.Pd, para Wakil Rektor, Guru Besar di Unwahas, pejabat Unwahas serta beberapa tokoh masyarakat Jawa Tengah lainnya. (IS)